Jumat, 14 September 2012

Peluang cantik bisnis klinik kecantikan

Setiap wanita tentu mendambakan bisa tampil cantik. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mewujudkan mimpinya itu. Salah satunya mendatangi klinik kecantikan dan perawatan tubuh.
Tak heran, bisnis klinik kecantikan kini berkembang pesat. Salah satu pemainnya adalah dokter Maya Chrisdiani Audy yang mengusung brand MNC Clinic di Bandung, Jawa Barat.
MNC Clinic menyediakan beragam program perawatan tubuh dan kecantikan. Untuk inject treatment, tersedia program perawatan, seperti body whitening, slimming body, mesohoir, botox, filler, dan nano phylosophy. Sementara non-inject treatment meliputi chemical peeling, derma roller, laser therapy, dan radio frequency, dan facial. Tarif perawatan di klinik mulai Rp 150.000 untuk jasa konsultasi dokter, hingga jutaan rupiah untuk tindakan perawatan.
Berdiri tahun 2006, mulai tahun ini, Maya resmi menawarkan waralaba. Dalam waralaba ini terdapat tiga pilihan paket investasi investasi, yakni Rp 500 juta, Rp 750 juta, dan Rp 1 miliar.
Setiap mitra usaha akan mendapat peralatan berupa mesin perawatan wajah dan tubuh, bahan baku obat, dan tenaga dokter. "Dokternya akan kami beri pelatihan khusus di bidang kecantikan," kata Maya.
Perbedaan fasilitas pada setiap paket ada di jumlah, jenis varian, dan teknologi peralatan. Untuk lokasi usaha, mitra harus menyiapkan tempat seluas 80 meter persegi untuk paket Rp 500 juta.
Sementara untuk paket investasi Rp 750 juta dan Rp 1 miliar, masing-masing harus menyediakan tempat seluas 120 meter persegi dan 200 meter persegi. "Lokasinya harus di perkotaan dan di tempat strategis," ujarnya.
Untuk estimasi omzet berbeda-beda setiap paket. Untuk paket investasi Rp 500 juta, omzetnya Rp 150 juta per bulan. Paket Rp 750 juta, sekitar Rp 250 juta per bulan, dan paket Rp 1 miliar, sebesar Rp 400 juta per bulan.
Dengan laba 40%, mitra bisa balik modal dalam waktu 1 tahun sampai 1,5 tahun. Kerjasama ini memungut royalti fee 5% dari omzet. Saat ini, MNC Clinic baru memiliki satu gerai di Bandung. "Dalam waktu dekat kami buka lima gerai waralaba di Jakarta, Semarang, Makasar, dan Medan," jelasnya.
Konsultan waralaba dari International Franchise Business Management, Evi Diah Puspitawati menilai, bisnis kliknik kecantikan dan perawatan tubuh masih memiliki prospek pasar yang bagus. Namun, persaingan bisnis ini juga sudah ketat.
Agar bisa bersaing, klinik kecantikan harus memiliki keunggulan. Dalam bisnis waralaba, ia juga menyarankan, franchisor harus memiliki gerai lebih dari satu. Menurutnya, harus ada contoh gerai yang sudah sukses menjalankan usaha ini, sehingga bisa meyakinkan calon mitra.
Bila tertarik bergabung ke bisnis waralaba ini, Evi menyarankan si calon mitra agar memilih lokasi strategis. Sumber daya manusia yang melayani juga harus terlatih sehingga memuaskan konsumen. "Terapisnya harus benar-benar memenuhi standar yang baik,"ujarnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar